Rabu, 02 Maret 2016

Mana Foto Wajahmu?

Assalamu'alaikum..









Hai hai.. aku kembaliiiiii
Bulan februari kemarin aku nggak update blog ya.
Kenapa? Iya, karena bulan februari kemarin aku terlalu sibuk dengan urusan hati, #eh, haha
Udah, jangan diteruskan, belum saatnya bahas masalah hati untuk saat ini, hihi

Jadi nih, semalem tuh aku habis ngobrol sama temen via bbm, mba nur namanya, beliau orang Kebumen yang saat ini sedang merantau di Jakarta, eh bener Jakarta bukan ya? hehe
Ya gitu lah, intinya kita kenal via bbm, tadinya beliau order kaos kaki sama aku, dan sekarang jadi temen deh, alhamdulillah.

Obrolan santai sih tadinya, biasa saling komen status atau foto profil masing-masing.
Ya gitu, namanya juga cewe, ngobrol ngalor-ngidul, sampai akhirnya ngomongin nikah dan foto, haha












Apaan coba?
Kenapa jadi mba nur yang penasaran sama mukaku? haha

MasyaAllah, mba nur mba nur.
Kamu tuh lucu yaaa, diam-diam kau pengen lihat mukaku ternyata, hihi

Doain ya mba, bismillah semoga kita bisa istiqomah untuk menjaga diri kita, salah satunya dengan tidak mengupload foto diri terutama foto yang menampakan wajah kita ya mba.
Bukan sok suci atau gimana.
Cuma lebih berhati-hati dan membantu laki-laki disana untuk menundukan pandangannya.
Mari save foto diri kita, membantu menundukan pandangan.
Perempuan akan lebih mulia dengan rasa malunya kan ya? Semoga..

Foto-foto dirinya disimpan di laptop atau di gadget saja ya, untuk kenangan dan dokumentasi pribadi aja.
Biar nanti dilihatnya sama yang muhrim aja, semacem suami misalnya, haha
Kan seru ya, liatin foto jaman dulu bareng suami, bisa sambil cerita jaman-jaman hijrah atau apa gitu misalnya, masyaAllah, hehe

Yuk bantu laki-laki untuk menundukan pandangan.
Dengan salah satunya tidak mengumbar foto dirimu di sosial media.
Semoga dengan demikian bisa mengurangi dosa kita, aamiin











@wiwi_khaylila

Read More

Minggu, 31 Januari 2016

Ibu, Engkau Luar Biasa

Ahad, 31 Januari 2016, aku libur kerja.
Dan dipastikan agenda pagi hari adalah pergi kepasar dan masak.
Haha, iya ceritanya lagi belajar jadi ibu rumah tangga.
Udah 20 hari ini lagi mendapat mandat dari emak tercinta untuk mengurus kebutuhan makan orang rumah, xixixi (Ini lebay ~)

Tangal 11 Januari 2016 kemarin, ibu habis operasi katarak.
Jadi beliau memang harus full istirahat.
Nggak boleh mengangkat sesuatu yang berat-berat, nggak boleh kena debu, nggak boleh jongkok, nggak boleh kena asap, nggak boleh kena air, dan segala hal yang bisa membahayakan mata beliau.
Alhasil selama 1 bulan full ibu nggak boleh masak dan melakukan kegiatan rumah tangga yang berat-berat.

Dan aku sebagai anak satu-satunya yang masih tersisa (?) di rumah, maka harus menggambil alih tugas beliau.
Haha, asli ini aku terlalu berlebihan.
Tugas apa coba, aku juga paling bisanya bantu masak, jemur baju, sama nyapu pas pagi hari sebelum berangkat kerja.
Sisanya? lia yang bantu urus, hihi

MasyaAllah, beneran nih, baru kali ini aku ngerasain kalo tugas seorang ibu memang luar biasa ya.
Bangun pagi, langsung ngurusin kerjaan rumah, masak air, masak nasi, cuci baju dll.
Ini kali pertama aku harus ngurus semua kerjaan rumah.
Iya, karna selama ini aku ya cuma bantu-bantu aja, hehe
MasyaAllah, ibu memang keren luar biasaaaaa..
Kerjaan ibu seakan nggak terlihat kan?
Padahal lelahnya teramat sangat ya, dari bangun tidur sampai tidur lagi, kerjaan seorang ibu nggak ada habisnya.

Aku salut seriusan, sama seorang istri yang sanggup ngurus rumah tangga, ngurus suami, ngurus anak dan juga bekerja.
Keren, kalo semua itu bisa tercover semua.
Yaaa, karna hampir tak mungkin ya.
Kalo kerjaan rumah beres saat seorang istri juga berkeja diluar rumah.
Karna tanggung jawab di rumah aja udah sangat luar biasa.
Mengurus suami, merawat dan mendidik anak, mengurus rumah, keren banget kalo masih bisa sambil kerja di luar rumah, hehe
MasyaAllah, memang bener ya, seorang istri memang baiknya di rumah aja.
Mengurus suami, anak dan rumah.
Karna itu aja tanggung jawabnya udah luar biasa.

Aku nih, aku ya, yang baru juga seberapa sih kerjaan rumah yang bisa kepegang, udah merasa kewalahan banget karna harus terburu waktu untuk kerja.
MasyaAllah, pagi hari tuh baru membuka mata saat subuh udah berasa lagi berlomba apaan gitu, harus cepet, ini itu harus kelar cepet, itu aja masih sering telat berangkat kerjanya, haha
Apalagi kalo udah punya suami dan anak, yang semua kerjaan itu full dikerjain sendiri.
MasyaAllah, nggak kebayang kalo aku juga harus kerja di luar rumah saat udah bersuami dan punya anak kelak ya.
Lelah hayati bang, hahaha 


Eh iya, aku punya pengalaman baru juga nih.
Sekarang aku jadi sering kepasar, haha
Pasar sih depan rumah persis ya, tapi aku sebelumnya amat sangat jarang pergi ke pasar.
Ya kalo ke pasar paling cuma beli apaan doang, nggak pernah belanja sayur, bumbu dan segala macemnya.
Daaaann, setelah sering kepasar, terkuak lah kalo aku ini orang yang paling nggak bisa nawar, haha




Asli, quotes yang ada di gambar itu sama sekali nggak berlaku buat aku.
Aku nggak tegaaaaaa kalo harus nawar, haha










Padahal sih kata emak aku sering ketipu kalo beli sesuatu.
Yang harusnya harga sekian, eh aku bayarnya lebih mahal.







Haha, ya habisnya mau gimana coba.
Seriusan deh, aku nggak tega kalo harus nawar.
Ya kali, untung juga cuma 500 sampe sekian ribu perak, masa iya harus nawar segala.
Kan kasihan ya, mereka berdagang kan tujuannya biar dapet untung, masa ditawar sampe militan gitu.
Yaaah, aku nggak suka nawar memang, jadi buat suamiku kelak harap maklum ya dengan sikap dermawan (?) ku yang mungkin kurang tepat, haha

Oke, intinya ~

Ibuuuuuuu, engkau sungguh luar biasaaa..
InsyaAllah balasan untukmu adalah surga, aamiin








@wiwi_khaylila
Read More

Jumat, 08 Januari 2016

Berprasangka Baik



Siapa yang pernah melihat atau bahkan merasakan ketidakadilan?
Siapaaaa?
Haha, iyaaa.. nggak usah teriak dan angkat tangan sampai segitunya jugaa..
Samaaaa, aku juga pernaaaahh..
Wajar si memang, di dunia ini banyak banget yang namanya ketidakadilan.
Yaaaa,, mau gimana ya, memang gitu adanya ~

Merasa tidak dihargai atasan?
Merasa selalu disalahkan atasan?
Merasa tidak pernah benar dimata atasan? (ini sama kaya poin 2 yak, haha)
Dan merasa-merasa hal lain yang nggak enak dan bikin sakit hati?
Tenang tenang, banyak temennya, termasuk aku juga #eh, haha

Menjadi atasan atau pemimpin memang bukan hal yang mudah ya.
Memimpin diri sendiri aja sering nggak adil, apalagi memimpin orang lain atau  menjadi atasan orang lain.
Menjadi orang yang dibenci bawahan, tidak disukai banyak orang, menjadi suatu keniscayaan bagi seorang pemimpin.
Pemimpin yang baik aja pasti ada orang yang nggak suka, apalagi menjadi pemimpin yang nggak baik ya.

Hari ini aku belajar satu hal dari temen dan atasanku.
Bahwa sebagai seorang pemimpin nggak baik ya kalo menuduh suatu hal tanpa dia melihat secara langsung.
Mengambil kesimpulan berdasarkan prasangka.
Menuduh dan membandingkan ini itu tanpa kroscek terlebih dahulu keadaan yang terjadi dilapangan.
Bukan mau membela temen, tapi untuk kasus ini, insyaAllah aku tau keadaan dan kondisi temenku itu, hehe

Yaaah, betapa pentingnya kita bertanya atau konfirmasi terlebih dahulu sebelum mengambil kesimpulan.
Bukan cuma berlaku bagi pemimpin aja sih, bagi kita semua, bagi siapa saja, bagi orang dalam lingkungan dan keadaan apapun, memang berprasangka itu suatu hal yang nggak baik kan ya?
Apa lagi kalo prasangka itu diutarakan sama orang, dan ternyata orang tersebut tidak melakukan hal itu.
Nah, kan jadi bikin sakit hati deh ujungnya.. 

Astaghfirullah, jangan-jangan aku sering berprasangka juga ya Rabb.
Sering secara nggak sadar mengambil kesimpulan tanpa kroscek terlebih dahulu?
Sering mikir yang buruk tentang orang lain?
Ampuni hamba ya Rabb atas segala khilaf yang mungkin nggak hamba sadari.

Padahal kan harusnya kita beri udzur sama saudara kita ya.
Jangan apa-apa ambil kesimpulan yang jelek-jelek.

Ja'far bin Muhammad Rahimahullah berkata :
Apabila sampai dari saudaramu sesuatu yang kamu ingkari, maka berilah ia udzur sampai 70 udzur. Bila kamu tidak mendapatkan udzur, maka katakanlah, "Barangkali ia mempunyai udzur yang aku tidak ketahui."
(HR. Baihaqi dalam Syu'abul Iman)

Nah tuh, 70 udzur loh, kita eh aku maksudnya, cuma baru mengemukaan 2-3 kemungkinan aja langsung menyimpulkan yang tidak baik, hihi *malu*
Padahal kita mungkin nggak lebih mulia dari orang di sebelah kita, jadi merasa kecil ya.
Ya Rabb, mungkin secara nggak disengaja, selama aku kerja, sering membuat orang tidak nyaman, membuat orang sakit hati, dan hal buruk lainnya yang aku lakukan.
Ampuni ya Rabb..
70 udzur ya wi, ingat ituuuu ~






@wiwi_khaylila














Read More

Rabu, 16 Desember 2015

Jodoh Dunia Akhirat



"Seandainya cinta adalah anugerah suci dariMU Allah, kuatkanlah ia mengalir tepat pada masanya.
Dengan jalan yang Kau suka.
Dengan malaikat yang turut mendoa.
Dengan senyum Rasulullah yang akan berbangga.
Cinta yang hanya mengalir untuk ia yang halal untukku saja."




"Pernikahan bukanlah akhir tujuan perkenalan,
Namun awal sesungguhnya dari perkenalan.
Seperti tuturmu tempo hari,
'Aku akan mengenalmu,
namun aku akan berusaha mengenalmu semampuku,
setelah kita dinyatakan halal untuk saling mengenal.'"

  

"Jodoh itu bukan masalah 
'Siapa dia? dimana dia? bagaimana dia?'
Tapi jodoh tergantung pada
'Siapa anda? Dimana posisi anda? bagaimana diri anda?'"


  


"Pernahkan mendoakan jodohmu?
Doakanlah ia, karena boleh jadi keadaanmu yang sekarang ini
karena kontribusi ia yang selalu mendoakanmu."


  

"Jodoh itu istimewa.
Maka perjalanan untuk menemukannya pun istimewa.
Wajar bila sempat ada asa yang mengangkasa,
ragu yang menderu,
bahkan luka yang menganga dalam liku untuk menemukannya."


  

"Cukuplah Allah yang menjadi penjawab segala tanya dan penenang hati.
Percayalah bahwa cinta itu datangnya dari Allah.
Dan dia akan hadirkan cinta itu untuk seseorang yang namanya sudah Allah tuliskan
di Lauhul Mahfuzh, dengan sangat ajaib.
Jadi, persiapkanlah hati untuk hadirnya rasa yang ajaib itu."


  



Jodoh Dunia Akhirat
Merayu Allah, menjemput dalam taat.

karya

Ikhsanun Kamil
Foezi Citra Cuaca








@wiwi_khaylila 










Read More

Kamis, 03 Desember 2015

Ngaos Bareng di Pantai Teluk Penyu



 “Bacalah al-Qur’an karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada para ahlinya.” (HR. Muslim) 


Ahad, 29 November 2015 kemarin diadakan ngaos bareng di Pantai Teluk Penyu.
Aku alhamdulillah ikutan dalam acara tersebut.
Dan alhamdulillah acaranya sukseeeesss
Berapa yang dateng?
Banyaaaakk, 100 lebih yang ikut berpartisipasi dalam acara ngaos kemarin, masyaAllah.

Ngaos kemarin adalah ngaos DPA ODOJ Cilacap yang kesekian kalinya, entah kelima atau keempat kali ya? lupa, hehe
Dan ini adalah kali pertama aku ikutan. hihi
Iya, karna aku baru gabung di grup ODOJ Cilacap sekitaran 6 bulanan kali ya.
Kalo ikut ODOJ udah dari tgl 5 Januari 2014, cuma baru tau kalo ada grup ODOJ Cilacap belum lama ini.

MasyaAllah, seru dan bermanfaat banget acara ngaos kemarin.
Tilawah bareng, tausiyah, jadi nambah saudara dan juga ilmu, alhamdulillah.
Ngaos kemarin hadir Ust. Arwani Amin Lc (Pengasuh Ponpes Nurul Ihsan Cilacap) sebagai pengisi tausiyah.
Materi yang beliau sampaikan adalah keutamaan membaca Al Qur'an, manfaat bagi para pembacanya, dan juga tentang nikah.
MasyaAllah, seru banget pokoknyaaa..



Disesi terakhir beliau menyampaikan tentang nikah.
Ah nikah, ini nih yang selalu biki baper, haha
Dapet ilmu baru nih aku dari beliau. Setidaknya ada hal yang langsung aku praktekin untuk mendekatkan jodoh.
Salah satunya adalah tentukan target nikahmu, tulis tanggal, bulan dan tahun target nikahmu.
Ini adalah salah satu bentuk keseriusan.
Oke, aku jadi berani membuat target.
Tentunya setelah melalui proses diskusi sama ibu ya, akhirnya dapet deh tanggal, bulan dan tahun target nikah, hehe
Bismillah, namanya juga harapan ya, semoga Allah meridhoi dan mengabulkan, aamiin
Semoga Allah memudahkan untuk segera bertemu dengan sang jodoh, aamiin

Alhamdulillah, acara ngaos kemarin buat aku pribadi sangat bermanfaat.
Dikumpulkan dengan saudara seiman yang insyaAllah shalih dan shalihah, amiin
Semoga aku selalu diberi kemudahan untuk terus bersama dengan orang-orang yang beriman, berilmu dan bermanfaat.
Sehingga secara tidak langsung semoga aku pun bisa seperti mereka, aamiin ya Rabb.
Terimakasih atas nikmat iman islam ini ya Rabb.

Terus belajar untuk memperbaiki diri.
Karna diri yang hina ini pernuh dengan dosa.
Semoga aku bisa kembali dalam keadaan beriman dan dalam keadaan yang baik, aamiin




















@wiwi_khaylila




Read More


Diberdayakan oleh Blogger.

© wiwi's blog, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena | Modify by Wiwi Khaylila