Tampilkan postingan dengan label Curahan Hati :D. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curahan Hati :D. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 September 2016

Tiga Bulan yang Amazing


Assalamu'alaikum..
Hai haii.. aku kembaliiiiii, ada yang cariin aku nggak ya?
Kali aja ada yang kangen karna udah 3 bulan aku nggak update blog, hihi
Iyaaa, sedih sih sebenernya karna blog dianggurin gini, padahal rencana hati pengen sering-sering berbagi tulisan di blog, tapi ya kenyataan tak selamanya berjalan sesuai rencana, haha

Oke, hari ini Jumat 30 September 2016

Alhamdulillah, ada tenaga buat buka laptop dan update blog, xixixi
Mau nulis apa juga belum tau nih *mikir sambil nguyah mangga*






Ah iya, alhamdulillah aku saat ini sedang hamil, nggak ada yang nanya ya? *elus perut*
Usia 22 minggu lebih 3 hari, masyaAllah rasanya luar biasa pokoknya, hihi
Nah, 3 bulan kemaren itu nggak update blog gegaranya ya karna sedang hamil ini.

Mabok sodara, mual muntah ~ 


1. Bulan Juni 2016

Awal bulan Juni 2016, awal puasa waktu itu, aku baru tau kalo aku hamil.
Haid udah telat 10 harian kalo nggak salah, iseng minta tolong suami buat beliin testpack, pas dites hasilnya garis merah 2.
Ini antara percaya dan tidak percaya.
Rasanya kok ya Allah cepet banget dikasih rezeki, padahal baru nikah, tapi langsung hamil, masyaAllah.
Karna belum yakin, aku diem-diem beli testpack lagi, sama suami nggak boleh sebenernya, karna beliau udah yakin kalo aku hamil, hehe
Tapi yaaa, aku tetep aja beli, dan test lagi, ternyata hasilnya sama, xixixi
Jadi aku selama nikah cuma sekali dapet menstruasi, setelah itu langsung hamil, alhamdulillah.

Nah setelah tau hamil ini nih, proses nyidam atau apapun itu namanya, akhirnya muncul jugaaa..
Dimana kondisi aku jadi sering mual, muntah, bau yg dirasa nggak cocok langsung bikin eneg, makanan nggak masuk, giliran mau masuk beberapa saat pasti muntah.
MasyaAllah, rasanya luar biasaaaaa..
Lemes, pusing, nggak bertenaga, sedih, bahagia, pokoknya campur aduk.
Bawaannya tiduran, nangis dan pengen pulang lebeng, haha
Iya, karna waktu itu aku di Bandung ikut suami.

Karna dirasa udah nggak kuat, akhirnya sama suami dianter pulang kampung deh.
Suami nggak tega liat aku nggak bisa masuk makanan apapun, jadi mending dianter pulang biar kondisi membaik dulu.
Well, bulan Juni 2016 aku lewati tanpa suami tercinta, kita LDRan sodara.







2. Bulan Juli 2016
Masih puasa dan lebaran, yihiiii
Masih dengan rasa mual, muntah, dan rasa kangen yang teramat sangat sama suami *uhuk*
Ternyata menjadi bumil yang sedang mabok ditambah kangen suami itu rasanya luar biasaaaa
Hampir tiap malem nangis menahan kangen, haha
MasyaAllah ya Rabb, rasanya tuh bahagia plus sedih.
Bahagia karna ada makhluk kecil yang sedang tumbuh di dalam perut, sedih karna makan mual dan muntah terus.
Ya Allah menjadi seorang ibu memang luar biasa rasanya.

Bulan Juli 2016 Lebaran Idul Fitri, suami mudik.

Bisa lebaran bareng suami di kampung sambil menikmati maboknya hamil muda, alhamdulillah..







3. Bulan Agustus 2016
Naaaahh, ini dia bulan yang ditunggu-tunggu.
Tanggal 5 Agustus 2016 aku dijemput mas suamiiiii..
Yihiiii, diajak ke Bandung lagiiiii
Alhamdulillah, karna mual muntahnya udah rada mendingan, makanan juga sudah mau masuk, akhirnya aku dijemput suami buat diajak ke Bandung lagi.
Kami nggak sanggup LDRan terlalu lama pemirsah, haha

Cusss, berangkat Bandung naik kereta dari Stasiun Maos.
Alhamdulillah kami sampai di Bandung dengan selamat.
Belajar hidup berdua lagi, belajar mandiri lagi.
Jujur bulan Agustus 2016 adalah bulan dimana aku bener-bener belajar menjadi seorang istri yang baik, ngurus suami, masak, beres-beres kontrakan, dsb
Belajar mengurus semuanya sendiri.
Bahagia? Pastiiiii
Sedih? Iya ada
Bahagia karna bisa dekat suami, bahagia dengan segala yang aku miliki sekarang.
Sedih karna suka kangen sama kampung, kangen aktivitas sebelum menikah, kangen teman-teman.
MasyaAllah, pokoknya campur aduk.

Dan bulan September 2016 ini pun, aku masih terus belajar menjadi istri yang baik, calon ibu yang baik buat anakku, dan tentunya tetap menjadi anak yang (semoga) baik untuk orang tuaku.

Doakan aku disini yaaa..
Semoga kehamilan ini selalu dilindungi oleh Allah, selalu diberi kesehatan, dijauhkan dari hal-hal yang nggak baik.
Lahiran normal dengan tubuh sempurna tak ada kurang suatu apapun.
Kelak menjadi anak yang shalih maupun shalihah, aamiin ya Rabb..


















@wiwi_khaylila

Read More

Selasa, 31 Mei 2016

Cerita Kita

Selamat sore.
Selasa, 31 Mei 2016.
Yuhuu, udah akhir bulan dan ternyata selama bulan Mei ini aku belum update blog, maafkan, aku memang orang sibuk, haha

Eeemm, mau cerita apa ya?
Oh iya, mau cerita tentang perjalanan cintaku aja kali ya, eaaa ~
Mentang-mentang udah halal nih, jadi berani bahas masalah cinta, #uhuk, haha
Nggak apa deh, insyaAllah biar next time bisa jadi kenangan, hihi










31 Mei 2016 ini adalah tepat 37 hari aku berstatus sebagai seorang istri.
Alhamdulillah, status yang selama ini udah aku nanti-nanti, hehe
Minggu 24 April 2016 aku resmi dinikahi oleh seorang lelaki luar biasa.
Lelaki yang insyaAllah shalih, lelaki yang baik, lelaki yang bertanggung jawab, lelaki yang sabar, lelaki yang merupakan hadiah terindah dari Allah SWT.
Yah, janji Allah memang indah. Jodoh adalah rahasia Allah SWT.
Dan bagaimana kita bertemu dengan jodoh kita adalah rahasia Allah.
MasyaAllah, makasih ya Rabb atas cerita indah yang Engkau berikan kepadaku.










Aku menikah dengan seorang lelaki yang sebelumnya belum aku kenal sama sekali.
Aku menikah dengan jalan ta'aruf.
MasyaAllah, Allah memang berdasarkan atas prasangka hambaNya ya.
Aku berniat untuk mencari jodoh dan menikah dengan jalan ta'aruf, dan alhamdulillah Allah mengabulkan keinginanku.
Aku berproses dengan suami mulai dari ta'aruf sampai walimah kurang lebih 5 bulan.
MasyaAllah, proses yang menjadi cerita indah tersendiri buat aku pribadi, hehe

Oke, aku ceritanya dicomblangin oleh temen kerja, Bu Dini namanya, beliau Kepala Unit biMBA AIUEO Maos.
Mungkin karna Bu Dini mulai lelah ngeliat aku yang jomblo mulu, mulai bosen ngeliat aku yang nggak nikah-nikah, akhirnya Bu Dini menawarkan mau ngenalin tetangga dari suami temennya Bu Dini.
Haha, wokeh, dengan senang hati aku terima.
Yaa.. namanya juga ikhtiar ya, jodoh itu juga harus dijemput keles dengan jalan usaha, hihi
Dulu niatnya cuma satu, bismillah ikhtiar, siapa tau memang jodohku.
Mas yang menjadi target ini adalah orang Banjarnegara, tetangga dari suami temennya Bu Dini.
Temennya Bu Dini namanya Mba Ana, Mba Ana punya suami, nah suami Mba Ana punya tetangga di Banjarnegara sana.
Si tetangga inilah yang akan menjadi target sasaran, xixixi

Singkat cerita setelah ada mukadimah dari kedua belah pihak, diputuskan yang menjadi perantara ta'aruf adalah Ranti, adik perempuan dari suamiku.

Oke, aku bagi menjadi beberapa bagian ya, sesuai dengan proses yang aku lewati, hihi

1. Tanggal 7 Desember 2015

Proses saling tukar biodata ta'aruf via email.
Waktu itu kayanya hampir bersamaan kirimnya. Tapi lupa siapa yang kirim duluan, hehe
Oke, biodata dan foto udah diterima. Kedua belah pihak saling mempelajari biodata yang dikirim.
Jujur aku pribadi langsung "klik" dengan biodata beliau.
Ya walaupun aku nggak langsung yakin sih, cuma masyaAllah rasanya itu "Ini loh calon suami yang selama ini aku cari." hihi
Bismillah, yang penting agama dan ridho Allah yang aku cari.
Setelah kedua belah pihak saling merasa cocok dengan biodata yang dikirim, proses selanjutnya adalah saling bertukar pertanyaan.
Dalam proses ini aku sama sekali nggak ada komunikasi dengan calon suami, jadi komunikasi ya hanya dengan Ranti, adik perempuan dari calon.
Alhamdulillah setelah dirasa cocok, proses selanjutnya adalah ketemuan.

2. Tanggal 25 Desember 2015

Jumat, 25 Desember 2015 adalah pertama kalinya aku ketemu dengan mas calon.
Kami ketemu di rumahku.
Beliau datang dengan Pakde dan adiknya Ranti, bertiga main kerumah untuk bertemu pertama kalinya.

MasyaAllah, tanggapan dari keluargaku alhamdulillah positif.
Gimana perasaanku waktu pertama ketemu?
Biasa ajaaaa, haha

Iya, beneran, belum ada greget yang gimanaaaa gitu.
Ya habisnya si mas calon orangnya diem banget, jadi susah mau menilai.
Alhasil aku malah sibuk ngobrol sama Ranti, hihi
Tapi alhamdulillah respon dari kedua belah pihak baik.
Karna aku yakin kalo mas calon insyaAllah orangnya baik, keluarganya baik dan yang penting agamanya juga insyaAllah baik, bismillah kalo memang dia jodohku, suatu saat nanti aku pasti bisa mencintainya.
Cinta akan datang karena terbiasa ^_^
Setelah itu, giliran aku yang disuruh main kerumah beliau di Banjarnegara.

3. Tanggal 3 Januari 2016

Minggu, 3 Januari 2016 giliran aku yang main ke Banjarnegara.
Aku waktu itu ditemenin sama kakak'ku, Mas Heri.
Karna kita pekerja, ya waktu luang buat main cuma bisa dihari minggu, hihi
Waktu aku main ke Banjarnegara, mas calon udah balik Bandung.
Jadi kita nggak ketemu pas aku main ke rumah beliau.
Oke, cuusss main ke Banjarnegara.
Dan taraaaaa, masyaAllah luar biasaaaa.
Rumah beliau ada di puncak gunung.
Naiknya tinggiiiiiii pake banget, haha
Mana aku pake acara nyasar pula.
Sepanjang jalan yang ada diledekin sama Mas Heri.
Kata Mas Heri, "serius mau jadi orang sini? biasa hidup di pasar yang apa-apa serba ada, disini mau beli-beli susah, haha"
Kataku, "bismillah mas, kalo emang jodoh mah ayuk aja, haha"
Akhirnya kita berdua ketawa antara lucu, takjub, kaget dan berbagai macam rasa bercampur jadi satu, wakakaka

Akhirnya sampai di rumah mas calon.
Alhamdulillah sambutan keluarga begitu baik, walau baru pertama ketemu bisa langsung akrab.
Sikap hangat dan welcome keluarga beliau adalah yang menjadi salah satu alasanku untuk terus melanjutkan proses ini.
Setelah ketemu tanggal 3 Januari 2016, tadinya dari pihak keluarga mas calon mau langsung mengkhitbah.
Tapi dari keluargaku minta untuk nanti dulu, biar ketemu lagi dan membicarakan hal-hal yang perlu untuk dibahas bersama.

4. Tanggal 14 Februari 2016

Hasil kesepakatan bersama, akhirnya hari Minggu 14 Februari 2016 kita berempat ketemu lagi.
Aku ditemenin Alia, dan Mas calon ditemenin Ranti.
Kita janjian di Masjid Kauman, sebelah KUA Kesugihan *uhuk KUA, haha*
Oke, di masjid kita ngobrol lumayan lama, dari jam 9 sampe dhuhur.
Kita membicarakan kelanjutan proses ini dan membicarakan hal-hal yang harus dipersiapkan serta rencana setelah walimah.
Badha dhuhur mas calon dan ranti mampir ke rumah, ketemu bapak sama ibu.
Ya intinya sih ditanyain mau gimana kelanjutan dari proses yang udah dilewati.

5. Tanggal 21 Februari 2016

Hampir satu minggu berlalu sejak pertemuan terakhir tanggal 14 Februari 2016, dan dari pihak calon nggak ada kabar, apakah proses mau berlanjut khitbah atau mau berhenti sampai disini.
Asli, ya Allah selama menunggu kabar ini beneran bikin deg-degan, hampir seminggu nggak ada kabar apakah mau lanjut atau enggak.
Aku pun udah mempersiapkan diri untuk kemungkinan yang terburuk.
Awalnya cuma aku yang khawatir.

Aku : "Bu, lanjut nggak sih ya? kok belum ada kabar?"
Ibu : "Sabar, seminggu juga belum ada, nanti juga ngabarin."
Aku : "Nggak perlu aku yang nanya duluan nih?"

Ibu : "Nggak perlu, nanti juga ngabarin, tunggu aja."

Oke, akupun berusaha tenang.
Eh keesokan harinya malah giliran ibu yang khawatir.

Ibu : "Belum ngabarin juga ya wi?"
Aku : "Belum bu.."

Ibu : "Lanjut nggak sih ya?"


Dalam hati, etdah ibu gimana sih, kemarin suruh sabar, sekarang taunya ikut khawatir juga, haha
Dan alhamdulillah hari Sabtu pagi tanggal 20 Februari 2016 Ranti ngabarin kalau keluarga Banjarnegara hari Minggu 28 Februari 2016 mau main kerumah.
MasyaAllah, senengnyaaaaa, hihi
Terus sabtu sore, Inah (adik perempuan mas calon) sms, ngabarin kalau keluarga mau main kerumah besok pagi, Minggu 21 Februari 2016.
Karna tanggal 28 Februari 2016 mau ada pengajian, jadi main kerumahnya dimajuin.
Ya salam, akhirnya keluarga dirumah ribut kesana kemari, belum nyiapin apa-apa, belum ngomong sama keluarga yang lain.
Ya Allah, antara bahagia, sedih, lucu, pokoknya campur jadi satu.
Dari kemaren ditunggu-tunggu, giliran mau dateng malah mendadak, haha
Minggu, 21 Februari 2016 aku resmi dikhitbah, alhamdulillah.


6. Tanggal 24 April 2016

Setelah melewati proses yang lumayan menyita pikiran, tenaga dan uang, akhirnya minggu, 24 April 2016 kami melangsungkan akad nikah.
Ini adalah ke-4 kalinya aku ketemu dengan suami, hehe
Ketemu pertama di rumahku.
Ketemu kedua di masjid
Ketemu ketiga di rumah waktu nganter surat andon nikah
Ketemu keempat waktu akad nikah.
MasyaAllah, perjalanan bertemu jodoh yang cukup singkat.
Memang nggak ada yang nggak mungkin jika Allah berkendak. hehe


7. Tanggal 25 April 2016

Alhamdulillah akad nikah berjalan dengan lancar, aku udah sah berstatus menjadi seorang istri, masyaAllah.
Hari Senin, 25 April 2016 tinggal acara syukuran atas pernikahan kami.
Keluarga, saudara, teman semua datang memberikan doa yang baik-baik, masyaAllah.
Bahagia, terharu, jadi satu rasanya.
Makasih untuk semuanya, doa-doa baik kalian semoga dikabulkan olehNya, aamiin


Alhamdulillah, sampai detik ini aku semakin bersyukur atas nikmat yang Allah berikan.
DIA memberikan aku seorang suami yang sangat luar biasa.
Suami yang shalih, suami yang baik, suami yang begitu sabar, suami yang begitu mencintai istrinya.

Kami tidak saling mengenal sebelumnya. Merasa sangat asing satu sama lain.
Bahkan cinta tak kami kenal diawal proses perkenalan kami.
Cinta itu baru berani kami tumbuhkan setelah akad nikah diucapkan, setelah kami dinyatakan halal untuk saling mengenal dan saling mencintai satu sama lain.

RidhoMu ya Rabb yang menjadikan rumah tangga kami ini bahagia.
Rasa syukur yang teramat sangat, yang membuat aku semakin hari semakin mencintai sosok suami luar biasa, lelaki terindah hadiah dariMu ya Rabb.
Entah kebaikan apa yang udah aku perbuat, hingga KAU memberikan aku seorang suami yang luar biasa.
Makasih ya Rabb, berkahilah rumah tangga kami, ridhoi kami agar kami selalu ada dijalanMu, menjadi umat Nabi Muhammad dan menjadi hambaMu yang selalu taat.
Bersamanya aku merasa surga semakin dekat ya Rabb.
Semoga kami berjodoh dunia akhirat, aamiin ya Rabb.









@wiw_khaylila




Read More

Kamis, 31 Maret 2016

Ketika Semua Tak Sejalan

Kamis, 31 Maret 2016
Oooh, akhir bulan ternyata yah, pantes aja akhir-akhir ini pikiran dan tangan sedang nggak sinkron, mungkin karna efek dari akhir bulan, haha

Ini ceritanya beberapa hari belakangan ini entah kenapa aku lagi sering nggak fokus.
Pikiran, mulut dan tangan lagi nggak akur sama sekali.
Mungkin saya lelah ~







Dari mulai ngomong yang belibet..
"Iya aku mau renker dulu" padahal niat hati mau ngonong "iya aku mau lapsing dulu"

Nulis sms yang kacau, aturan nulis..
"sms biasa aja bu" yang diketik malah "spp biasa aja bu"
Chat sama temen juga typo dimana-mana.

Dan yang bikin ketawa, rencana hati dan pikiran mau ngelap kacamata dan disimpen ditempatnya, yang ada malah ngambil modem dan malah modem yang dilap terus dimasukin ketempat kacamata.

Hayati lelah bang, hahaha







Ya Rabb, akhir-akhir ini jadi bahan ketawaan sama temen di tempat kerja.
Kata temen "Cieeee ~ bu wiwi udah nggak fokus, haha"
Iya yah, nampaknya aku mulai tak fokus, badan dimana, pikiran dan hati ada dimana, xixixi

Please please ~
Iya tau besok udah april, tapi kompakan dulu yuk.
Hati, pikiran, mulut dan tangan, kita selesaikan kewajiban dulu ya.
Kita sepaham dan sejalan ya.
Jadi, marilah kita fokus untuk beberapa hari lagi.
Dia dan semua akan baik-baik saja, insyaAllah.







Besok bulan April dimulai ya.
Bismillah, beri kesehatan, panjang umur, kelancaran dan ridhoMu ya Rabb.
Semoga niat baik dan ikhtiar kami diridhoi olehMu, aamiin ya Rabb.

Wiwi sehat, keluarga disini sehat.
Dia sehat, keluarga yang disana juga sehat.















@wiwi_khaylila



Read More

Minggu, 31 Januari 2016

Ibu, Engkau Luar Biasa

Ahad, 31 Januari 2016, aku libur kerja.
Dan dipastikan agenda pagi hari adalah pergi kepasar dan masak.
Haha, iya ceritanya lagi belajar jadi ibu rumah tangga.
Udah 20 hari ini lagi mendapat mandat dari emak tercinta untuk mengurus kebutuhan makan orang rumah, xixixi (Ini lebay ~)

Tangal 11 Januari 2016 kemarin, ibu habis operasi katarak.
Jadi beliau memang harus full istirahat.
Nggak boleh mengangkat sesuatu yang berat-berat, nggak boleh kena debu, nggak boleh jongkok, nggak boleh kena asap, nggak boleh kena air, dan segala hal yang bisa membahayakan mata beliau.
Alhasil selama 1 bulan full ibu nggak boleh masak dan melakukan kegiatan rumah tangga yang berat-berat.

Dan aku sebagai anak satu-satunya yang masih tersisa (?) di rumah, maka harus menggambil alih tugas beliau.
Haha, asli ini aku terlalu berlebihan.
Tugas apa coba, aku juga paling bisanya bantu masak, jemur baju, sama nyapu pas pagi hari sebelum berangkat kerja.
Sisanya? lia yang bantu urus, hihi

MasyaAllah, beneran nih, baru kali ini aku ngerasain kalo tugas seorang ibu memang luar biasa ya.
Bangun pagi, langsung ngurusin kerjaan rumah, masak air, masak nasi, cuci baju dll.
Ini kali pertama aku harus ngurus semua kerjaan rumah.
Iya, karna selama ini aku ya cuma bantu-bantu aja, hehe
MasyaAllah, ibu memang keren luar biasaaaaa..
Kerjaan ibu seakan nggak terlihat kan?
Padahal lelahnya teramat sangat ya, dari bangun tidur sampai tidur lagi, kerjaan seorang ibu nggak ada habisnya.

Aku salut seriusan, sama seorang istri yang sanggup ngurus rumah tangga, ngurus suami, ngurus anak dan juga bekerja.
Keren, kalo semua itu bisa tercover semua.
Yaaa, karna hampir tak mungkin ya.
Kalo kerjaan rumah beres saat seorang istri juga berkeja diluar rumah.
Karna tanggung jawab di rumah aja udah sangat luar biasa.
Mengurus suami, merawat dan mendidik anak, mengurus rumah, keren banget kalo masih bisa sambil kerja di luar rumah, hehe
MasyaAllah, memang bener ya, seorang istri memang baiknya di rumah aja.
Mengurus suami, anak dan rumah.
Karna itu aja tanggung jawabnya udah luar biasa.

Aku nih, aku ya, yang baru juga seberapa sih kerjaan rumah yang bisa kepegang, udah merasa kewalahan banget karna harus terburu waktu untuk kerja.
MasyaAllah, pagi hari tuh baru membuka mata saat subuh udah berasa lagi berlomba apaan gitu, harus cepet, ini itu harus kelar cepet, itu aja masih sering telat berangkat kerjanya, haha
Apalagi kalo udah punya suami dan anak, yang semua kerjaan itu full dikerjain sendiri.
MasyaAllah, nggak kebayang kalo aku juga harus kerja di luar rumah saat udah bersuami dan punya anak kelak ya.
Lelah hayati bang, hahaha 


Eh iya, aku punya pengalaman baru juga nih.
Sekarang aku jadi sering kepasar, haha
Pasar sih depan rumah persis ya, tapi aku sebelumnya amat sangat jarang pergi ke pasar.
Ya kalo ke pasar paling cuma beli apaan doang, nggak pernah belanja sayur, bumbu dan segala macemnya.
Daaaann, setelah sering kepasar, terkuak lah kalo aku ini orang yang paling nggak bisa nawar, haha




Asli, quotes yang ada di gambar itu sama sekali nggak berlaku buat aku.
Aku nggak tegaaaaaa kalo harus nawar, haha










Padahal sih kata emak aku sering ketipu kalo beli sesuatu.
Yang harusnya harga sekian, eh aku bayarnya lebih mahal.







Haha, ya habisnya mau gimana coba.
Seriusan deh, aku nggak tega kalo harus nawar.
Ya kali, untung juga cuma 500 sampe sekian ribu perak, masa iya harus nawar segala.
Kan kasihan ya, mereka berdagang kan tujuannya biar dapet untung, masa ditawar sampe militan gitu.
Yaaah, aku nggak suka nawar memang, jadi buat suamiku kelak harap maklum ya dengan sikap dermawan (?) ku yang mungkin kurang tepat, haha

Oke, intinya ~

Ibuuuuuuu, engkau sungguh luar biasaaa..
InsyaAllah balasan untukmu adalah surga, aamiin








@wiwi_khaylila
Read More

Rabu, 16 Desember 2015

Jodoh Dunia Akhirat



"Seandainya cinta adalah anugerah suci dariMU Allah, kuatkanlah ia mengalir tepat pada masanya.
Dengan jalan yang Kau suka.
Dengan malaikat yang turut mendoa.
Dengan senyum Rasulullah yang akan berbangga.
Cinta yang hanya mengalir untuk ia yang halal untukku saja."




"Pernikahan bukanlah akhir tujuan perkenalan,
Namun awal sesungguhnya dari perkenalan.
Seperti tuturmu tempo hari,
'Aku akan mengenalmu,
namun aku akan berusaha mengenalmu semampuku,
setelah kita dinyatakan halal untuk saling mengenal.'"

  

"Jodoh itu bukan masalah 
'Siapa dia? dimana dia? bagaimana dia?'
Tapi jodoh tergantung pada
'Siapa anda? Dimana posisi anda? bagaimana diri anda?'"


  


"Pernahkan mendoakan jodohmu?
Doakanlah ia, karena boleh jadi keadaanmu yang sekarang ini
karena kontribusi ia yang selalu mendoakanmu."


  

"Jodoh itu istimewa.
Maka perjalanan untuk menemukannya pun istimewa.
Wajar bila sempat ada asa yang mengangkasa,
ragu yang menderu,
bahkan luka yang menganga dalam liku untuk menemukannya."


  

"Cukuplah Allah yang menjadi penjawab segala tanya dan penenang hati.
Percayalah bahwa cinta itu datangnya dari Allah.
Dan dia akan hadirkan cinta itu untuk seseorang yang namanya sudah Allah tuliskan
di Lauhul Mahfuzh, dengan sangat ajaib.
Jadi, persiapkanlah hati untuk hadirnya rasa yang ajaib itu."


  



Jodoh Dunia Akhirat
Merayu Allah, menjemput dalam taat.

karya

Ikhsanun Kamil
Foezi Citra Cuaca








@wiwi_khaylila 










Read More

Selasa, 17 November 2015

Bersihkan dulu WCmu

Assalamu'alaikum..








Selasa malam, 17 November 2015.
Oke, kali ini lagi kepikiran dengan obrolan bersama temen beberapa waktu yang lalu.
Obrolan saat makan siang bersama.
Tapi entah kenapa berasa ngena banget deh, haha

Yaaa.. gitu sih, obrolan sesama jomblo yang merasa senasib dan sepenanggungan, haha
Aaah, tak apa, jomblo gini kami punya prinsip loh.
Jomblo bukan berarti nggak laku ya, cuma kami memang nggak mau berpacaran.
Eeemm, takut sama Allah, udah gitu aja.
Karna memang nggak ada alasan yang bisa melebihi selain karna kami takut sama Allah.
Takut bikin dosa karna bermaksiat.
Well, apapun itu, setiap orang punya prinsip kan ya.
Mari saling menghargai.

1 November 2015, Purwokerto.

Eka : "Lagi berproses ta'aruf sama siapa wi?"
Wiwi: "Nggak ada, kamu?"
Eka : "Nggak ada juga. Entahlah, jalani aja. Eh mas itu kemarin hubungi

       aku lagi, bla bla bla..."
Wiwi: "Waahh, kok gitu ya?"
Eka : "Iya, tapi aku belajar banyak hal sih."
Wiwi: "Apa apa?"
Eka : "Ya gitu, aku jadi tau kalo bla bla bla..."


Kami pun bercerita kisah kami masing-masing sembari melahap makanan kami, xixixi

Wiwi: "Umuran kita emang sudah memasuki masa-masa galau gegara jodoh ya."
Eka : "Iya, tapi ya mau gimana lagi. Memang belum ada. Bukan berarti
       milih-milih ya. Tapi ya karna memang belum ada yang sreg dihati."
Wiwi: "Iya lah, nikah kan buat seumur hidup. Nggak bisa sembarangan juga
       milih imam. Harus yang baik agamanya."

Masih dengan obrolan kami yang semakin seru, hihi

Eka : "Eh, coba deh "WC" kamu dibersihin dulu."
Wiwi: "WC?"
Eka : "Hati kamu wi. Aku dapet kalimat ini dari adiku loh. Tapi emang
       bener sih. Coba kamu bersihin "WC" kamu dulu. Masih ada orang lain
       nggak didalemnya? WC yang kotor aja kita males kan kalo mau masuk?
       Apa lagi kalo di dalem "WC" itu masih ada orangnya. Makin males
       kan?"
Wiwi: "Hihi, iya sih. Kayanya sih iya, masih ada orang di dalem "WCku".
       Eh tapi dia kabarnya udah tunangan kok ka."
Eka : "WC" itu urusanmu wi, nggak perduli dia udah tunangan atau belum.
      "WC" itu harus kamu sendiri yang bersihin. Pastiin bener-bener
       bersih. Biar orang lain mau masuk."
Wiwi: "Hehe, iya sih. Oke, mulai bersihin "WCku" dulu ya. Sebenernya sih
       udah nggak terlalu di hati, cuma memang masih tersisa sih kayanya.
       Akhir-akhir ini sering muncul dimimpi juga."
Eka : "Nah tuh kan, "WCmu" belum bener-bener bersih, masih ada orangnya
       lagi. Mana ada yang mau masuk."

Aaaaahhh ~
Kenapa WC sih perumpamaannya? Jorok ya?

Kesannya juga hati kita jadi semacem tempat singgah sementara kaya WC dong?
Orang kan nggak pernah lama kalo di WC.
Haha, iya sih. Tapi bukan gitu juga maksudnya.
Cuma perumpamaan yang nyeleneh biar mengena aja.
Tapi emang iya kan, mana mau sih kita masuk WC yang kotor, apalagi kalao WC itu ada orangnya.
Kalo kita mau masuk, pastilah kita nunggu orang itu keluar dulu.

Oke, perumpamaan yang cukup menarik dan bikin aku berpikir.
Dan memang iya sih, masih ada orang di dalam "WCku" yang kemarin belum keluar.
Haha, Ekaaaaa.. gila ya, "WC" bener-bener ngenaaaa..
Dan oke, nggak dipungkiri beberapa hari setelah obrolan itu aku jadi berfikir.
Kalo tuh orang memang harus disingkirkan dulu dari "WCku".
Dibersihkan, biar bersih dan wangiiiii ~

Tanggal 17 November 2015 ya, hari ini "WCku" udah bener-bener bersih.
Eeemm, beberapa hari yang lalu.
2 atau 3 hari yang lalu udah minta bantuan sama Allah buat bersihin "WCku".
Dan yap, taraaaaa ~
"WCku" sekarang insyaAllah udah bersih.
Aaaahh, masyaAllah, Allah selalu memberikan kemudahan dan jalan keluar dalam setiap masalahku.


Dan, kemarin nih, hari minggu, giliran aku yang menggunakan jurus "WC" ketemenku yang lain, xixixi
Kasusnya sama juga, obrolan bermula saat kami makan siang bareng, haha
Ya gitu, dia belum bisa melupakan seseorang dimasa lalunya juga.
Padahal sih dia tau, kalo orang tersebut udah nggak sesuai sama kriteria calon suami yang diharapkan.
Tapiiii, katanya dia terlanjur sayang dan nggak ada yang bisa menggantikan gitu deh.
Sinetron banget memang, haha

Setelah obrolan yang pada dasarnya nggak bisa bikin dia berubah.
Jurus kamar mandi dan WC-pun keluar, wakakak

Siti : "Aaahh pokoknya nggak ada yang bisa gantiin mas itu. Ya walaupun
        agamanya nggak sesuai dengan kriteria suami yang aku pengen sih."
Wiwi : "Ya udah, cukup kan alasannya?"
Siti : "Tapiiii, pokoknya mas ituuuu."
Wiwi : "Seberapa baik sih agama dia? Hafalannya berapa juz? Kalo memang
        nggak bisa diperjuangkan, ya udah. Coba bersihin "WC" kamu dulu."
Siti : "WC?"
Wiwi : "Hati kamu, bla bla bla..."

Obrolan selesai gegara waktu yang udah siang dan aku ngacir duluan.
Hari ini, Selasa, 17 November 2015, obrolan singkat dimulai.

Siti : "WCku" udah bersih wi?
Wiwi : "haha, serius?"
Siti : "Iyaaa, bismillah, udah bener-bener dibersihin."

Kami pun ketawa bareng.
Entah lah, kami merasa saling menyanyangi satu sama lain.
Kami saling mendukung dengan kondisi dan niat kami yang sedang berusaha untuk berubah menjadi baik.
Belajar lebih taat dengan perintah Allah.
Menjauhi laranganNya, termasuk menjauhi berpacaran. Dan kami saling mendukung untuk melalui proses ta'aruf dalam mencari jodoh kami.

Sok suci?
Alhamdulillah, daripada sok najis.
Sok  alim?
Alhamdulillah, daripada sok dzalim.
Sok muna?
Alhamdulillah, cuma penilaian manusia, yang penting Allah ridha.





@wiwi_khaylila



Read More


Diberdayakan oleh Blogger.

© wiwi's blog, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena | Modify by Wiwi Khaylila