Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Maret 2016

Mana Foto Wajahmu?

Assalamu'alaikum..









Hai hai.. aku kembaliiiiii
Bulan februari kemarin aku nggak update blog ya.
Kenapa? Iya, karena bulan februari kemarin aku terlalu sibuk dengan urusan hati, #eh, haha
Udah, jangan diteruskan, belum saatnya bahas masalah hati untuk saat ini, hihi

Jadi nih, semalem tuh aku habis ngobrol sama temen via bbm, mba nur namanya, beliau orang Kebumen yang saat ini sedang merantau di Jakarta, eh bener Jakarta bukan ya? hehe
Ya gitu lah, intinya kita kenal via bbm, tadinya beliau order kaos kaki sama aku, dan sekarang jadi temen deh, alhamdulillah.

Obrolan santai sih tadinya, biasa saling komen status atau foto profil masing-masing.
Ya gitu, namanya juga cewe, ngobrol ngalor-ngidul, sampai akhirnya ngomongin nikah dan foto, haha












Apaan coba?
Kenapa jadi mba nur yang penasaran sama mukaku? haha

MasyaAllah, mba nur mba nur.
Kamu tuh lucu yaaa, diam-diam kau pengen lihat mukaku ternyata, hihi

Doain ya mba, bismillah semoga kita bisa istiqomah untuk menjaga diri kita, salah satunya dengan tidak mengupload foto diri terutama foto yang menampakan wajah kita ya mba.
Bukan sok suci atau gimana.
Cuma lebih berhati-hati dan membantu laki-laki disana untuk menundukan pandangannya.
Mari save foto diri kita, membantu menundukan pandangan.
Perempuan akan lebih mulia dengan rasa malunya kan ya? Semoga..

Foto-foto dirinya disimpan di laptop atau di gadget saja ya, untuk kenangan dan dokumentasi pribadi aja.
Biar nanti dilihatnya sama yang muhrim aja, semacem suami misalnya, haha
Kan seru ya, liatin foto jaman dulu bareng suami, bisa sambil cerita jaman-jaman hijrah atau apa gitu misalnya, masyaAllah, hehe

Yuk bantu laki-laki untuk menundukan pandangan.
Dengan salah satunya tidak mengumbar foto dirimu di sosial media.
Semoga dengan demikian bisa mengurangi dosa kita, aamiin











@wiwi_khaylila

Read More

Minggu, 31 Januari 2016

Ibu, Engkau Luar Biasa

Ahad, 31 Januari 2016, aku libur kerja.
Dan dipastikan agenda pagi hari adalah pergi kepasar dan masak.
Haha, iya ceritanya lagi belajar jadi ibu rumah tangga.
Udah 20 hari ini lagi mendapat mandat dari emak tercinta untuk mengurus kebutuhan makan orang rumah, xixixi (Ini lebay ~)

Tangal 11 Januari 2016 kemarin, ibu habis operasi katarak.
Jadi beliau memang harus full istirahat.
Nggak boleh mengangkat sesuatu yang berat-berat, nggak boleh kena debu, nggak boleh jongkok, nggak boleh kena asap, nggak boleh kena air, dan segala hal yang bisa membahayakan mata beliau.
Alhasil selama 1 bulan full ibu nggak boleh masak dan melakukan kegiatan rumah tangga yang berat-berat.

Dan aku sebagai anak satu-satunya yang masih tersisa (?) di rumah, maka harus menggambil alih tugas beliau.
Haha, asli ini aku terlalu berlebihan.
Tugas apa coba, aku juga paling bisanya bantu masak, jemur baju, sama nyapu pas pagi hari sebelum berangkat kerja.
Sisanya? lia yang bantu urus, hihi

MasyaAllah, beneran nih, baru kali ini aku ngerasain kalo tugas seorang ibu memang luar biasa ya.
Bangun pagi, langsung ngurusin kerjaan rumah, masak air, masak nasi, cuci baju dll.
Ini kali pertama aku harus ngurus semua kerjaan rumah.
Iya, karna selama ini aku ya cuma bantu-bantu aja, hehe
MasyaAllah, ibu memang keren luar biasaaaaa..
Kerjaan ibu seakan nggak terlihat kan?
Padahal lelahnya teramat sangat ya, dari bangun tidur sampai tidur lagi, kerjaan seorang ibu nggak ada habisnya.

Aku salut seriusan, sama seorang istri yang sanggup ngurus rumah tangga, ngurus suami, ngurus anak dan juga bekerja.
Keren, kalo semua itu bisa tercover semua.
Yaaa, karna hampir tak mungkin ya.
Kalo kerjaan rumah beres saat seorang istri juga berkeja diluar rumah.
Karna tanggung jawab di rumah aja udah sangat luar biasa.
Mengurus suami, merawat dan mendidik anak, mengurus rumah, keren banget kalo masih bisa sambil kerja di luar rumah, hehe
MasyaAllah, memang bener ya, seorang istri memang baiknya di rumah aja.
Mengurus suami, anak dan rumah.
Karna itu aja tanggung jawabnya udah luar biasa.

Aku nih, aku ya, yang baru juga seberapa sih kerjaan rumah yang bisa kepegang, udah merasa kewalahan banget karna harus terburu waktu untuk kerja.
MasyaAllah, pagi hari tuh baru membuka mata saat subuh udah berasa lagi berlomba apaan gitu, harus cepet, ini itu harus kelar cepet, itu aja masih sering telat berangkat kerjanya, haha
Apalagi kalo udah punya suami dan anak, yang semua kerjaan itu full dikerjain sendiri.
MasyaAllah, nggak kebayang kalo aku juga harus kerja di luar rumah saat udah bersuami dan punya anak kelak ya.
Lelah hayati bang, hahaha 


Eh iya, aku punya pengalaman baru juga nih.
Sekarang aku jadi sering kepasar, haha
Pasar sih depan rumah persis ya, tapi aku sebelumnya amat sangat jarang pergi ke pasar.
Ya kalo ke pasar paling cuma beli apaan doang, nggak pernah belanja sayur, bumbu dan segala macemnya.
Daaaann, setelah sering kepasar, terkuak lah kalo aku ini orang yang paling nggak bisa nawar, haha




Asli, quotes yang ada di gambar itu sama sekali nggak berlaku buat aku.
Aku nggak tegaaaaaa kalo harus nawar, haha










Padahal sih kata emak aku sering ketipu kalo beli sesuatu.
Yang harusnya harga sekian, eh aku bayarnya lebih mahal.







Haha, ya habisnya mau gimana coba.
Seriusan deh, aku nggak tega kalo harus nawar.
Ya kali, untung juga cuma 500 sampe sekian ribu perak, masa iya harus nawar segala.
Kan kasihan ya, mereka berdagang kan tujuannya biar dapet untung, masa ditawar sampe militan gitu.
Yaaah, aku nggak suka nawar memang, jadi buat suamiku kelak harap maklum ya dengan sikap dermawan (?) ku yang mungkin kurang tepat, haha

Oke, intinya ~

Ibuuuuuuu, engkau sungguh luar biasaaa..
InsyaAllah balasan untukmu adalah surga, aamiin








@wiwi_khaylila
Read More

Jumat, 08 Januari 2016

Berprasangka Baik



Siapa yang pernah melihat atau bahkan merasakan ketidakadilan?
Siapaaaa?
Haha, iyaaa.. nggak usah teriak dan angkat tangan sampai segitunya jugaa..
Samaaaa, aku juga pernaaaahh..
Wajar si memang, di dunia ini banyak banget yang namanya ketidakadilan.
Yaaaa,, mau gimana ya, memang gitu adanya ~

Merasa tidak dihargai atasan?
Merasa selalu disalahkan atasan?
Merasa tidak pernah benar dimata atasan? (ini sama kaya poin 2 yak, haha)
Dan merasa-merasa hal lain yang nggak enak dan bikin sakit hati?
Tenang tenang, banyak temennya, termasuk aku juga #eh, haha

Menjadi atasan atau pemimpin memang bukan hal yang mudah ya.
Memimpin diri sendiri aja sering nggak adil, apalagi memimpin orang lain atau  menjadi atasan orang lain.
Menjadi orang yang dibenci bawahan, tidak disukai banyak orang, menjadi suatu keniscayaan bagi seorang pemimpin.
Pemimpin yang baik aja pasti ada orang yang nggak suka, apalagi menjadi pemimpin yang nggak baik ya.

Hari ini aku belajar satu hal dari temen dan atasanku.
Bahwa sebagai seorang pemimpin nggak baik ya kalo menuduh suatu hal tanpa dia melihat secara langsung.
Mengambil kesimpulan berdasarkan prasangka.
Menuduh dan membandingkan ini itu tanpa kroscek terlebih dahulu keadaan yang terjadi dilapangan.
Bukan mau membela temen, tapi untuk kasus ini, insyaAllah aku tau keadaan dan kondisi temenku itu, hehe

Yaaah, betapa pentingnya kita bertanya atau konfirmasi terlebih dahulu sebelum mengambil kesimpulan.
Bukan cuma berlaku bagi pemimpin aja sih, bagi kita semua, bagi siapa saja, bagi orang dalam lingkungan dan keadaan apapun, memang berprasangka itu suatu hal yang nggak baik kan ya?
Apa lagi kalo prasangka itu diutarakan sama orang, dan ternyata orang tersebut tidak melakukan hal itu.
Nah, kan jadi bikin sakit hati deh ujungnya.. 

Astaghfirullah, jangan-jangan aku sering berprasangka juga ya Rabb.
Sering secara nggak sadar mengambil kesimpulan tanpa kroscek terlebih dahulu?
Sering mikir yang buruk tentang orang lain?
Ampuni hamba ya Rabb atas segala khilaf yang mungkin nggak hamba sadari.

Padahal kan harusnya kita beri udzur sama saudara kita ya.
Jangan apa-apa ambil kesimpulan yang jelek-jelek.

Ja'far bin Muhammad Rahimahullah berkata :
Apabila sampai dari saudaramu sesuatu yang kamu ingkari, maka berilah ia udzur sampai 70 udzur. Bila kamu tidak mendapatkan udzur, maka katakanlah, "Barangkali ia mempunyai udzur yang aku tidak ketahui."
(HR. Baihaqi dalam Syu'abul Iman)

Nah tuh, 70 udzur loh, kita eh aku maksudnya, cuma baru mengemukaan 2-3 kemungkinan aja langsung menyimpulkan yang tidak baik, hihi *malu*
Padahal kita mungkin nggak lebih mulia dari orang di sebelah kita, jadi merasa kecil ya.
Ya Rabb, mungkin secara nggak disengaja, selama aku kerja, sering membuat orang tidak nyaman, membuat orang sakit hati, dan hal buruk lainnya yang aku lakukan.
Ampuni ya Rabb..
70 udzur ya wi, ingat ituuuu ~






@wiwi_khaylila














Read More

Selasa, 17 November 2015

Bersihkan dulu WCmu

Assalamu'alaikum..








Selasa malam, 17 November 2015.
Oke, kali ini lagi kepikiran dengan obrolan bersama temen beberapa waktu yang lalu.
Obrolan saat makan siang bersama.
Tapi entah kenapa berasa ngena banget deh, haha

Yaaa.. gitu sih, obrolan sesama jomblo yang merasa senasib dan sepenanggungan, haha
Aaah, tak apa, jomblo gini kami punya prinsip loh.
Jomblo bukan berarti nggak laku ya, cuma kami memang nggak mau berpacaran.
Eeemm, takut sama Allah, udah gitu aja.
Karna memang nggak ada alasan yang bisa melebihi selain karna kami takut sama Allah.
Takut bikin dosa karna bermaksiat.
Well, apapun itu, setiap orang punya prinsip kan ya.
Mari saling menghargai.

1 November 2015, Purwokerto.

Eka : "Lagi berproses ta'aruf sama siapa wi?"
Wiwi: "Nggak ada, kamu?"
Eka : "Nggak ada juga. Entahlah, jalani aja. Eh mas itu kemarin hubungi

       aku lagi, bla bla bla..."
Wiwi: "Waahh, kok gitu ya?"
Eka : "Iya, tapi aku belajar banyak hal sih."
Wiwi: "Apa apa?"
Eka : "Ya gitu, aku jadi tau kalo bla bla bla..."


Kami pun bercerita kisah kami masing-masing sembari melahap makanan kami, xixixi

Wiwi: "Umuran kita emang sudah memasuki masa-masa galau gegara jodoh ya."
Eka : "Iya, tapi ya mau gimana lagi. Memang belum ada. Bukan berarti
       milih-milih ya. Tapi ya karna memang belum ada yang sreg dihati."
Wiwi: "Iya lah, nikah kan buat seumur hidup. Nggak bisa sembarangan juga
       milih imam. Harus yang baik agamanya."

Masih dengan obrolan kami yang semakin seru, hihi

Eka : "Eh, coba deh "WC" kamu dibersihin dulu."
Wiwi: "WC?"
Eka : "Hati kamu wi. Aku dapet kalimat ini dari adiku loh. Tapi emang
       bener sih. Coba kamu bersihin "WC" kamu dulu. Masih ada orang lain
       nggak didalemnya? WC yang kotor aja kita males kan kalo mau masuk?
       Apa lagi kalo di dalem "WC" itu masih ada orangnya. Makin males
       kan?"
Wiwi: "Hihi, iya sih. Kayanya sih iya, masih ada orang di dalem "WCku".
       Eh tapi dia kabarnya udah tunangan kok ka."
Eka : "WC" itu urusanmu wi, nggak perduli dia udah tunangan atau belum.
      "WC" itu harus kamu sendiri yang bersihin. Pastiin bener-bener
       bersih. Biar orang lain mau masuk."
Wiwi: "Hehe, iya sih. Oke, mulai bersihin "WCku" dulu ya. Sebenernya sih
       udah nggak terlalu di hati, cuma memang masih tersisa sih kayanya.
       Akhir-akhir ini sering muncul dimimpi juga."
Eka : "Nah tuh kan, "WCmu" belum bener-bener bersih, masih ada orangnya
       lagi. Mana ada yang mau masuk."

Aaaaahhh ~
Kenapa WC sih perumpamaannya? Jorok ya?

Kesannya juga hati kita jadi semacem tempat singgah sementara kaya WC dong?
Orang kan nggak pernah lama kalo di WC.
Haha, iya sih. Tapi bukan gitu juga maksudnya.
Cuma perumpamaan yang nyeleneh biar mengena aja.
Tapi emang iya kan, mana mau sih kita masuk WC yang kotor, apalagi kalao WC itu ada orangnya.
Kalo kita mau masuk, pastilah kita nunggu orang itu keluar dulu.

Oke, perumpamaan yang cukup menarik dan bikin aku berpikir.
Dan memang iya sih, masih ada orang di dalam "WCku" yang kemarin belum keluar.
Haha, Ekaaaaa.. gila ya, "WC" bener-bener ngenaaaa..
Dan oke, nggak dipungkiri beberapa hari setelah obrolan itu aku jadi berfikir.
Kalo tuh orang memang harus disingkirkan dulu dari "WCku".
Dibersihkan, biar bersih dan wangiiiii ~

Tanggal 17 November 2015 ya, hari ini "WCku" udah bener-bener bersih.
Eeemm, beberapa hari yang lalu.
2 atau 3 hari yang lalu udah minta bantuan sama Allah buat bersihin "WCku".
Dan yap, taraaaaa ~
"WCku" sekarang insyaAllah udah bersih.
Aaaahh, masyaAllah, Allah selalu memberikan kemudahan dan jalan keluar dalam setiap masalahku.


Dan, kemarin nih, hari minggu, giliran aku yang menggunakan jurus "WC" ketemenku yang lain, xixixi
Kasusnya sama juga, obrolan bermula saat kami makan siang bareng, haha
Ya gitu, dia belum bisa melupakan seseorang dimasa lalunya juga.
Padahal sih dia tau, kalo orang tersebut udah nggak sesuai sama kriteria calon suami yang diharapkan.
Tapiiii, katanya dia terlanjur sayang dan nggak ada yang bisa menggantikan gitu deh.
Sinetron banget memang, haha

Setelah obrolan yang pada dasarnya nggak bisa bikin dia berubah.
Jurus kamar mandi dan WC-pun keluar, wakakak

Siti : "Aaahh pokoknya nggak ada yang bisa gantiin mas itu. Ya walaupun
        agamanya nggak sesuai dengan kriteria suami yang aku pengen sih."
Wiwi : "Ya udah, cukup kan alasannya?"
Siti : "Tapiiii, pokoknya mas ituuuu."
Wiwi : "Seberapa baik sih agama dia? Hafalannya berapa juz? Kalo memang
        nggak bisa diperjuangkan, ya udah. Coba bersihin "WC" kamu dulu."
Siti : "WC?"
Wiwi : "Hati kamu, bla bla bla..."

Obrolan selesai gegara waktu yang udah siang dan aku ngacir duluan.
Hari ini, Selasa, 17 November 2015, obrolan singkat dimulai.

Siti : "WCku" udah bersih wi?
Wiwi : "haha, serius?"
Siti : "Iyaaa, bismillah, udah bener-bener dibersihin."

Kami pun ketawa bareng.
Entah lah, kami merasa saling menyanyangi satu sama lain.
Kami saling mendukung dengan kondisi dan niat kami yang sedang berusaha untuk berubah menjadi baik.
Belajar lebih taat dengan perintah Allah.
Menjauhi laranganNya, termasuk menjauhi berpacaran. Dan kami saling mendukung untuk melalui proses ta'aruf dalam mencari jodoh kami.

Sok suci?
Alhamdulillah, daripada sok najis.
Sok  alim?
Alhamdulillah, daripada sok dzalim.
Sok muna?
Alhamdulillah, cuma penilaian manusia, yang penting Allah ridha.





@wiwi_khaylila



Read More

Rabu, 23 September 2015

Keberkahan dari biMBA AIUEO

الله اكبر- الله اكبر- الله اكبر لااله الاالله والله اكبرالله اكبر ولله الحمد
Allaahu akbar..Allaahu akbar..
Allaahu akbar..
Laa – ilaaha – illallaahu wallaahu akbarAllaahu akbar walillaahil – hamd






Gema takbir berkumandang, alhamdulillah Idul Adha 1436 H telah datang.
Lebaran haji tahun ini jatuh pada hari Kamis, 24 Spetember 2015 *Uhuk, tanggalnya, haha*
Iya iya, lebaran haji tahun 2015 ini bertepatan dengan hari lahirku juga, alhamdulillah.
Cuma yaaa, nggak terlalu antusias sih ketemu sama tanggal lahir, karna yang ada jadi inget kalo makin tua.






Oke, kali ini bukan mau membahas umur, menyedihkan soalnya, haha.
Aku buka blog dan nulis postingan kali ini mau cerita tentang biMBA AIUEO nih, yuhuuu biMBA AIUEO Kesugihan.
Alhamdulillah tanggal 2 Juli 2015 aku buka biMBA AIUEO unit Kesugihan.
Ini biMBAku yang pertama dan insyaAllah next time akan buka lagi, aamiin

Jadi tadi siang tuh ceritanya dapet chat via whatsapp dari Bu Lia, bu guru di biMBA Kesugihan.
Prolognya, tadi Bu Lia minta ijin buat ambil uang bagi hasil, mungkin karna memang lagi butuh juga, nggak masalah sih, karna aku dari awal emang udah terang-terangan masalah bagi hasil, jadi Bu Lia juga bisa menghitung sendiri bulan ini dapet berapa uangnya.Berhubung akhir-akhir ini aku lagi nggak bisa main ke unit, jadi Bu Lia izin ambil uang bagi hasilnya.Isinya kurang lebih kaya gini, setelah melewati proses editing dan cuting, haha













MasyaAllah, ternyata secara nggak langsung biMBA Kesugihan memberikan suatu hal yang luar biasa ya.Rejeki bagi Bu Lia yang insyaAllah berkah.Padahal aku sama sekali nggak kepikiran sampai segitu.Aku malah takutnya cuma bisa ngasih sedikit dan Bu Lia bakalan nggak betah.Tapi masyaAllah, ternyataaa..Seneng banget ya Allah, aku secara nggak langsung bisa menjadi jalan rejeki buat orang lain.MasyaAllah, makasih ya Rabb atas rejekiMu.

Semoga biMBA AIUEO Kesugihan semakin maju, semakin bermanfaat dan semoga selalu ada keberkahan yang Engkau berikan.
Makasih ya Rabb, lewat biMBA AIUEO ini lah aku belajar tentang keberkahan dan belajar untuk bisa bermanfaat bagi orang dan lingkungan sekitar.
Berkah dan ridhoMu ya Rabb yang hamba cari.
InsyaAllah, ilmu yang diberikan untuk anak-anak biMBA bisa menjadi landang amal yang tak akan pernah putus ya Allah, aamiin





Semangat Bu Lia, InsyaAllah murid biMBA AIUEO Kesugihan akan bertambah banyak dan rejeki kita insyaAllah juga akan bertambah, aamiin

biMBA AIUEO berkah berlimpah dan happy eid adha ^_^




@wiwi_khaylila
Read More

Kamis, 07 Mei 2015

Peran Barumu



Akhirnya bisa buka blog lagiiii..
Yuhuuu, buka blog dan bawa kabar gembira nih.
Alhamdulillah aku sudah punya anak, eh salah, punya ponakan baru maksudnya. -_-"
Ya kali, nikahnya kapan, tau-tau punya anak aja, haha..

Kamis, 30 April 2015, pukul 18.00 kemarin, lahirlah putri pertama dari sahabatku Nur Hayati.
Lahir putri kecil dengan berat 2,8 Kg dengan persalinan normal, alhamdulillah.
Selamat ya sayang, sekarang mulai diberi peran baru nih, peran sebagai seorang ibu, alhamdulillah.
Putri kecil yang dititipkan dalam keluarga kecilmu.
Putri kecil yang cantik dan juga lucuuuu.
Penambah lengkapnya kebahagianmu.

Sahabat dari kecil, sekolah SD bareng, tau banget jamannya masih ingusan, bikin nangis satu sama lain, marahan dan nggak nyapa beberapa hari, eh taunya sekarang udah punya anak.
Ah waktu memang berjalan begitu cepat.
Kamu menikah dan diberi anugrah yang begitu indah, putri kecilmu yang lucu.
Dan aku? aku pun akan segera menyusulmu, aamiin, semoga, hehe

Selamat ya sayang.
Semoga putri kecilmu akan tumbuh dengan sehat, menjadi anak yang sholehah, dan tentunya menjadi anak yang terbaik bagi kedua orang tuanya.

Jaga dan rawat dengan baik anugrah dari Allah ya.
Kamu adalah madrasah pertama baginya.
Nikmati peran barumu sayang, dan teruslah bersyukur dengan apa yang kamu miliki sekarang.

Aku disini, tolong doakan segera bertemu dengan jodohku dan segera menyusulmu mempunyai malaikat kecil yang lucu ya, hehe


Sahabatmu Wiwi 
Read More

Sabtu, 28 Maret 2015

Nasehat Ibu

Sabtu malam, 28 Maret 2015.
Karna malam minggu itu tidak berlaku untuk para jomblo, jadi mari kita sepakat untuk menyebutnya sabtu malam.








Oke, sabtu malam yang tidak terlalu special sih, masih dengan kegiatan yang sama yaitu menyetrika, hehe
Karna malem ini nggak ada anak yang les, jadi bisa mengkhatamkan tumpukan baju yang belum disetrika.

Nyetrika selesai, mari buka blog dan bikin postingan, hihi..
Kali ini aku mau cerita tentang obrolanku sama ibu siang tadi ah ~








Jadi tuh, tadi siang abis ngobrol-ngobrol santai gitu sama ibu.
Ngomongin ini itu segala macem.
Sampai pada akhirnya aku memberanikan diri untuk membuka obrolan yang cukup serius dengan beliau.

*uhuk*
*mulai serius*
*tarik kursi mendekat ke meja dan fokus ke laptop*

Haha, apaan coba.
Oke, kembali ke jalan yang benar.
Iya, jadi tadi tuh aku nanya sama ibu. Kurang lebih begini percakapan kami.


Wiwi : "Bu, nanti kalo aku nikah, aku ikut suamiku kan?"
Ibu  : "Jelas dong, kalo kamu nikah nanti, kamu kan udah menjadi hak
       suamimu, jadi kamu harus ikut suami."
Wiwi : "Ini baru ibuku tercintaaaaa" *langsung nyium ibu*
Ibu  : "Iya, nanti kalo udah nikah ya jelas ikut suami dong. Jadi istri 
       yang baik, nurut sama suami. Suami maunya tinggal dimana ya kamu
       ikut suami. Harus jadi menantu yang baik juga. Sama anaknya sayang
       sama orang tuanya juga harus sayang. Yang hormat sama mertua."
Wiwi : "Iya dong bu, pasti. InsyaAllah akan jadi istri yang baik nurut 
       sama suami dan jadi menantu yang baik."
Ibu  : "Nyari suami juga harus yang bisa nerima keadaanmu dan keluargamu.
       Kamu bukan dari keluarga yang berada, bukan orang kaya."
Wiwi : "Iya bu.
"
Ibu  : "Kalo kamu sudah menemukan orang yang bikin kamu yakin dan mantap
       ya segera nikah. Nikah untuk pertama dan terakhir kalinya. Nggak
       akan ada pernikahan kedua atau seterusnya."
Wiwi : "Aamiin. Iya bu, pasti. Aku cuma mau nikah sekali seumur hidup."
Ibu  : "Nyari suami yang bisa membimbing kamu. Yang baik agamanya.
       Punya pekerjaan, jadi bisa memberikan nafkah buat keluarga.
       Nyari suami yang bisa sayang juga sama orang tuamu, bukan cuma
       sayang sama kamu aja."
Wiwi : "Iya bu."

Begitu kurang lebih obrolanku sama ibu tadi siang.
Bahagia? Pastiiiii..
Alhamdulillah, ternyata reaksi ibu sesuai dengan apa yang aku yakini selama ini.
Bahwa ibu pasti akan memberikanku izin untuk ikut suami kalau aku nikah nanti.
Aku anak terakhir?
Ah itu sama sekali nggak berpengaruh.
Karna apa?
Karna aku emang dari dulu bukan tipe anak terakhir yang dimanja.
Bahkan bisa dibilang kalo aku terlalu mandiri untuk jadi anak terakhir, haha ~

Yap, keputusan ibu emang yang terbaik.
Iya dong, kan kalo udah nikah ladang pahalaku ada disuami.
Terus buat apa nikah dong kalau harus berjauhan dan nggak bisa melayani suami dengan baik? hihi
Ya dengan siapa pun nanti aku berjodoh, dari sekarang aku sudah punya jawaban untuk pertanyaan yang kelak pasti akan ditanyakan kepadaku.
Makasih ibu, ibu adalah seorang ibu yang luar biasa bagiku.


Restu ibu udah didapet.
Pertanyaanku juga udah terjawab.
Aaaaahhh ~
Makasih ya Rabb, bismillah tahun ini aku nikah, aamiin






Pertanyaan pun muncul.
Dengan siapa aku menikah?







Hehe.. entahlah.
Yang jelas dengan jodoh yang sudah Allah siapkan. 
Yang sudah tertulis di Lauhul Mahfuzd.
Seorang suami yang mencintaiku karna Allah. Suami yang taat sama Allah. Karena jika dia selalu menyertakan Allah dalam setiap langkahnya, dia tidak akan menyakiti istrinya.
Dia akan membimbing istrinya ke jalan yang benar. Memberikan nafkah lahir dan batin. Bertanggung jawab atas istri dan anaknya kelak.
Siapa pun dia ya Allah, aku yakin Engkau akan mempertemukan kami dengan caraMu yang indah, dengan jalan yang baik. aamiin

Semangat wiwi..
Semangat untuk terus memantaskan diri dan semangat untuk berikhtiar mencari sang pangeranmu, hehe








Udah malem, mari tidur dan besok jalani hari minggu dengan segala aktivitas yang harus dilakukan.
Wiwi semangat !!













@wiwi_khaylila
Read More

Selasa, 17 Maret 2015

Begini Cara Dia Menyayangiku


Hai haiiiii..
Aku kembaliiiii..
Aaaaahhh.. akhirnyaaaa...
Setelah hiatus selama 3 bulan akhirnya aku bisa buka blog lagiiiii..
Aye ayeee..

Setelah terakhir nulis bulan November tahun lalu, alhamdulillah akhirnya malem ini bisa buka blog dan nulis lagi.
Buka blog tercinta, dan taraaaa.. ada beberapa gambar dipostinganku yang nggak kebaca.
Setelah ditelusuri, ternyata blog tempat aku ambil gambar itu udah menghilang.
Etdah, 3 bulan berlalu, terlalu banyak hal yang terjadi.
Untung aja blogku nggak ikutan menghilang.

Mau cerita apa malem ini?
Banyaaaaakk banget cerita yang pengen dibagi sih sebenernya.
Tapi kali ini mau cerita ini dulu deh.
Cerita apa ya?
Mari merapat, siapkan tikar dan cemilan ya, haha..

Beberapa hari ini ceritanya aku lagi disayaaaanng banget sama DIA.
Sebenernya sih selama ini juga selalu disayang, cuma kali ini bener-bener berasa lagi amat sangat diperhatikan.
Yap, beberapa hari ini aku lagi dapet teguran special dari Allah SWT.
Hehe, wiwi nakal pasti ini, makanya ditegur Allah SWT.

Jadi tuh, beberapa hari yang lalu dan hari kemaren (senin, 16 Maret 2015) uangku hilang.
Pas pertama kali hilang sih, ya udah lah, walaupun rada nyesek juga, tapi ya udah, mungkin emang bukan rejekiku.
Eh kemarin kejadian lagi, ditempat yang sama pula.
Dan aku yakin seyakin-yakinnya kalo uangku emang hilang, bukan aku lupa naroh ataupun berhalusinasi kalo aku berasa punya uang ya, haha..
Ah ya Allah, aku salah apa ini?
Aku udah berbuat dosa apa ini?
Karna uang yang hilang jumlahnya lumayan juga.
Lumayan buat beli siomay sama gerobaknya juga, haha..
 

Nggak mau menuduh siapapun. Siapapun yang ambil uangku mungkin dia memang sedang butuh uang.
Dan kebetulan aku adalah jalan bagi dia.
Sedih memang, wajarlah, namanya juga manusia, eh namanya wiwi maksudnya, xixixi
Tapi ya udah sih, aku yakin ini adalah teguran dariNya.
Allah SWT pengen aku mohon ampun, agar aku banyak beristighfar.
Aku yakin karna aku banyak salah, jadi Allah SWT menegurku.
Allah pengen agar aku selalu ingat sama DIA.
Bahwa semua yang terjadi sama aku adalah yang terbaik.
Yaaa.. dengan begini aku jadi lebih berhati-hati.
Jangan sembarangan menaruh barang yang berharga, sekalipun dirasa aman.
Karna kata bang napi kan, kejahatan bukan karena ada niat, tapi karna ada kesepatan, hahaha
Oke..
Perlahan mencoba untuk melupakan.
Siapapun yang ambil uangku, Allah sudah mencatatnya.
Dan kelak pasti akan diminta pertanggung jawabannya kan.
Siap-siap besok diminta tanggung jawabnya aja ya di akherat, hehe


Jadi siapapun kamu yang ambil uangku, next time bakal ditagih pertanggung jawabanmu ya di akherat.
Allah sendiri yang bakal minta tanggung jawabmu loh.

Makasih untuk teguranmu ya Allah.
Makasih untuk caraMu menyanyangiku.








@wiwi_khaylila 
Read More


Diberdayakan oleh Blogger.

© wiwi's blog, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena | Modify by Wiwi Khaylila